Sekarang enggak cuman kaki ajha yang bisa bergerak dengan lincah. Jari jari tangan juga bisa kok bermain dengan lincahnya. Yaitu dengan bermain Fingerboard
Antara Fingerboard dan Skateboard
Main Fingerboard ini memang sangatlah mirip dengan Skateboard, cuman kalau Fingerboard ini berukuran kecil bray. Ukuran dari Fingerboard ini yakni sekitar 2,5 centimeter dan 9,5 centimeter. Cara memainkannyapun juga berbeda yaitu dengan meletakan jari telunjuk dan jari tengan ke papan Fingerboard. Sementara bentuk papan, cara memainkannya, dan juga trik triknya sama bray. Salah satu dari trik yang sama itu ialah Ollie Nollie, Shove It, Kick Flips, dan masih banyak lagi trik trik yang sama dengan Skateboard. Fingerboard ini juga dapat meluncur di berbagai arena rintangan, misalnya Rail, Ramp, di Tangga, dan yang lainnya.
Ayooo kalian mau pilih yang mana??? pilih Skateboard apa lebih memilih Fingerboard, hehe. Kalau aku sihhh..!! lebih memilih Fingerboard bray, karena cara main Fingerboard ini lebih aman dari Skateboard. Tapi jika kita memainkan Fingerboard tangan kita akan terasa pegal, namun jika kalian sudah terlatih memainkannya tentu kalian tidak akan merasa pegal pegal lagi brayy..!!. Ayoo kalian mau pilih yang mana apa memilih pegal pegal atau patah tulang, hahaha. Tidak hanya itu keuntungan bermain Fingerboard, Fingerboard juga bisa kalian gunakan dimana mana lhoo..!!!, dan bisa kalian bawa kemana sajha enggak perlu repot repot beli tas yang seperti Skateboard masukan ajha kedalam Tas, Tas yang kecil atau besar tetap bisa di masukan.
Kreasinya Anak 12 Tahun
Sebenarnya sih..!!, Fingerboard ini sudah sejak lama adanya bray..!!. Pada Tahun 1970-an, orang orang sudah mulai menyukai Skateboard. Setelah itu pada tahun 1980-an, dibuatlah papan luncur miatur kecil sebagai gantungan kunci. Lama kelamaan jadilah Skateboard yang vesri kecilnya, ckckck.
Fingerboard ini ternyata ada kisahnya loohh bray, ceritanya unik banget, kalau ingin tahu baca terus sampai habis..!!. Ide Fingerboard ini merupakan inspirasi dari anak yang berumur 12 tahun. Anak tersebut bernama Steven Asher. Pada suatu hari pada tahun 1998, Steven tidak bisa memainkan Skateboard karena Hujan lebat yang mengguryuri rumahnya. Dia kesepian, dan akhirnya dia pergi kekamarnya. Lalu dapatlah Ide!.
Dengan modal imajinasi yang tingga, Steven membuat papan luncur yang berurukuran Kurang lebih sekitar 7 centimeter yang terbuat dari Kardus. Papan luncur ini berukuran sekitar 7 centimeter papan luncur itu dibuat menyerupai Skateboard. Kemudian ayah dari Steven yaitu Peter Asher melihat kreasi anaknya yang bagus. Ayah Steven ini merupakan pengusaha Mainan. Ia lalu mengembangkan papan luncur yang mirip dengan Skteboard ini menjadi sebuah mainan. Steven lalu mengembangkan lagi idenya lagi. Papan luncur tersebut harus mirip dengan papan luncur sungguhan, dari segala bahan dan perlengkapannya. Maka lahirlah Tech Deck

1 komentar:
ternyata sussah ya main fingerboard itu..